Afrika, sebuah benua dengan populasi lebih dari 1,57 miliar jiwa, sedang menjadi salah satu pasar berkembang yang paling menjanjikan bagi industri kertas dan pengolahan kertas global. Di masa lalu, Afrika sangat bergantung pada impor kertas jadi dan produk kertas. Saat ini, semakin banyak perusahaan pengolahan kertas lokal yang bermunculan, beralih dari "mengimpor produk jadi" menjadi "mengimpor bahan baku + pengolahan lokal," dan bahkan mengembangkan kapasitas produksi lokal. Transformasi ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan populasi, meningkatnya konsumsi, kebijakan yang mendukung, dan penataan ulang rantai pasok.
1. Pertumbuhan Populasi dan Urbanisasi Mendorong Permintaan Kertas yang Kuat
Pada awal tahun 2026, populasi Afrika telah melampaui 1,57 miliar dan terus tumbuh dengan cepat. Seiring dengan meningkatnya urbanisasi, pola konsumsi di seluruh Afrika mengalami perubahan yang signifikan:
- Meningkatnya permintaan kertas kemasan: Pertumbuhan populasi perkotaan mendorong perkembangan industri ritel, e-commerce, makanan dan minuman, sehingga meningkatkan permintaan akan karton, kertas bergelombang, kertas kemasan food grade, dan bahan kemasan lainnya.
- Meningkatnya konsumsi kertas tisu: Dengan bertambahnya kelas menengah dan meningkatnya kesadaran akan kebersihan, penggunaan rumah tangga akan tisu toilet, tisu wajah, tisu basah, dan produk tisu lainnya terus meningkat.
- Permintaan yang stabil untuk kertas pendidikan dan kantor: Sekolah, lembaga pemerintah, dan bisnis mempertahankan permintaan yang stabil untuk kertas fotokopi, kertas tulis, dan produk kertas kantor lainnya.
Nigeria adalah contoh yang baik. Sebagai negara dengan populasi terbesar di Afrika, jumlah penduduknya mencapai sekitar 238 juta jiwa pada tahun 2025, dengan permintaan kertas tahunan melebihi 3 juta ton, sementara kapasitas pasokan dalam negeri masih sangat tidak mencukupi. Lingkungan pasar dengan permintaan kuat dan pasokan terbatas ini menciptakan peluang yang cukup besar bagi bisnis pengolahan kertas lokal.
2. Kapasitas Domestik Terbatas dan Ketergantungan Impor yang Tinggi
Industri pembuatan kertas secara keseluruhan di Afrika masih relatif terbelakang, dengan produksi kertas yang jauh di bawah permintaan konsumsi. Banyak negara kekurangan rantai industri pulp dan kertas yang lengkap, sehingga kertas kemasan, kertas tisu, dan produk kertas utama lainnya sangat bergantung pada impor:
- Ketergantungan impor kertas Nigeria diperkirakan mencapai 90%–95%. Pada tahun 2025, pengeluaran impor kertas mencapai 1,1 triliun naira, naik 16% dari tahun sebelumnya, dengan pengeluaran valuta asing tahunan melebihi USD 5 miliar
- Mesir, ekonomi terbesar kedua di Afrika, bergantung pada impor untuk sekitar 78% produk kertasnya, menciptakan kesenjangan pasokan domestik yang signifikan;
- Afrika Selatan, salah satu industri kertas paling maju di Afrika, masih memiliki permintaan impor yang substansial untuk kertas kemasan, sementara kesenjangan masih ada dalam teknologi kertas daur ulang.
Biaya impor yang tinggi, tekanan valuta asing, dan ketidakstabilan rantai pasokan mendorong negara-negara Afrika dan pelaku bisnis untuk menyadari bahwa mengembangkan kemampuan pemrosesan kertas lokal adalah cara penting untuk mengurangi ketergantungan impor, menghemat valuta asing, dan memastikan pasokan yang lebih stabil.
3. Dukungan Kebijakan: Pembatasan Plastik dan Kebijakan Serat Daur Ulang
Pemerintah di seluruh Afrika sedang mempercepat inisiatif lingkungan, menciptakan peluang langsung bagi industri pengolahan kertas.
1. Pembatasan Plastik Mendorong Kemasan Kertas
Sejak tahun 2022, Mesir telah menerapkan pembatasan pada kantong plastik, menggunakan undang-undang untuk membatasi penggunaannya di sektor ritel, layanan makanan, kesehatan, dan sektor lainnya. Hal ini mendorong penggantian produk plastik dengan kemasan kertas yang dapat didaur ulang dan terurai secara hayati.
Pemerintah Mesir juga berencana untuk meningkatkan tingkat penggantian plastik menjadi 60% pada tahun 2026, menciptakan peluang pertumbuhan yang signifikan bagi kotak karton bergelombang, kertas kraft food-grade, kertas tahan minyak, dan bahan kemasan berbasis kertas lainnya.
2. Kebijakan Serat Daur Ulang Mendukung Teknologi Kertas Daur Ulang
Mesir, Afrika Selatan, Kenya, dan negara-negara lain telah memperkenalkan kebijakan yang mendorong penggunaan serat daur ulang, dengan peralatan daur ulang impor yang berpotensi mendapatkan pengurangan tarif.
Namun, tingkat pemulihan kertas bekas secara keseluruhan di Afrika masih hanya sekitar 20%–28%, jauh di bawah rata-rata global sekitar 55%, dengan kekurangan kertas bekas tahunan lebih dari 4 juta ton.
Kesenjangan ini berarti terdapat peluang investasi yang signifikan di seluruh rantai daur ulang lokal, termasuk pengumpulan kertas bekas, pemilahan, pembuburan, penghilangan tinta, dan produksi kertas daur ulang.
3. Dukungan untuk Manufaktur Lokal
Banyak pemerintah Afrika mendukung manufaktur lokal dengan memberikan insentif pajak atau subsidi untuk impor peralatan pengolahan kertas dan pengembangan produksi lokal. Langkah-langkah ini semakin menurunkan hambatan masuk bagi bisnis pengolahan kertas lokal.
4. Pasar Regional Menawarkan Peluang yang Berbeda
Pasar konsumsi kertas di Afrika memiliki karakteristik yang berbeda dari satu wilayah ke wilayah lain, sehingga menciptakan peluang yang beragam bagi berbagai jenis bisnis.
Afrika Selatan: Pasar Matang dengan Permintaan Kuat untuk Peningkatan Teknologi
Konsumsi kertas di Afrika Selatan mencapai sekitar 1,5 juta ton pada tahun 2025, dengan kertas kemasan menyumbang 55% dan kapasitas produksi dalam negeri mencapai 900.000 ton per tahun.
Tingkat pemulihan kertas bekasnya telah mencapai 63,3%, tetapi masih ada kesenjangan dalam teknologi kertas daur ulang. Area pengadaan utama mencakup kertas medium bergelombang berkekuatan tinggi, kertas kraft kelas makanan, pemilahan kertas bekas, serta peralatan dan teknologi pembuatan pulp berenergi rendah.
Mesir: Substitusi Impor dan Transformasi Hijau
Sekitar 78% produk kertas Mesir bergantung pada impor. Dalam tiga tahun ke depan, pasar kertas, kertas karton, dan produk kebersihan diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat tahunan rata-rata sekitar 10%.
Didorong oleh pembatasan plastik dan meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan konsumen muda, bahan berbasis kertas semakin banyak digunakan dalam produk nonwoven, perlindungan medis, kebutuhan sehari-hari, dan bidang lainnya.
Nigeria: Pertumbuhan Populasi dan Ekspansi E-Commerce
Nigeria memiliki populasi sekitar 238 juta jiwa dan permintaan kertas tahunan melebihi 3 juta ton, sementara produksi dalam negeri masih sangat tidak mencukupi.
Sektor e-commerce negara ini tumbuh lebih dari 30% setiap tahunnya, secara langsung mendorong permintaan kertas kemasan meningkat lebih dari 20% per tahun. Dengan tingkat penetrasi produk tisu di rumah tangga yang masih di bawah 40%, produk tisu terjangkau, kotak makanan, dan karton bergelombang untuk e-commerce tetap menjadi area pengadaan yang penting.
Kenya: Ekspor Pertanian Mendorong Kemasan Khusus
Kenya memiliki ekspor bunga dan kopi yang kuat, mendorong permintaan tahunan untuk kotak kemasan produk segar khusus meningkat lebih dari 10%.
Pemerintah juga mendorong pengembangan industri kertas daur ulang dan berencana meningkatkan tingkat pemulihan kertas bekas dalam negeri dari 28% menjadi 67%. Kotak kemasan produk segar, peralatan pemilahan kertas daur ulang, dan jalur pulp daur ulang skala kecil menjadi arah pengadaan yang penting.
Aljazair: Pasar Industri dan Konsumen Premium Mendorong Pertumbuhan
Industri bahan konstruksi dan kimia Aljazair menghasilkan permintaan yang semakin besar untuk kertas kemasan berkekuatan tinggi dan tahan cuaca, dengan permintaan meningkat sekitar 6% setiap tahunnya.
Pada saat yang sama, supermarket premium dan merek kosmetik mendorong permintaan untuk kertas label dan kertas khusus kelas makanan. Area pengadaan utama mencakup kertas kemasan industri berat, kertas khusus kelas makanan, serta peralatan pembuatan pulp dan kertas skala kecil dan menengah.
5. Empat Segmen Utama yang Mendorong Pengolahan Lokal
Berdasarkan struktur permintaan pasar kertas di Afrika, empat segmen berikut saat ini merupakan area kunci yang mendorong perkembangan pengolahan kertas lokal:
1. Kertas Kemasan
Pada tahun 2025, nilai pasar kertas kemasan di Afrika diperkirakan sekitar USD 9,6 miliar dan diperkirakan akan mencapai USD 16,4 miliar pada tahun 2031, yang mewakili CAGR sebesar 9,1%.
Kertas bergelombang dan karton menyumbang sekitar 70% dari pasar, sementara permintaan kertas kraft food grade tumbuh lebih dari 10% setiap tahunnya karena penggantian kemasan plastik.
Karena banyak negara Afrika menghadapi tekanan valuta asing, produk kertas dan peralatan asal China dengan harga kompetitif telah menjadi pilihan pengadaan yang penting.
2. Kertas Tisu
Pasar kertas tisu di Afrika saat ini sangat bergantung pada model 'mengimpor gulungan jumbo dan memprosesnya secara lokal.'
Banyak perusahaan mengimpor gulungan tisu jumbo dari China, Türkiye, Indonesia, dan negara-negara lain, kemudian memproses dan menjualnya secara lokal.
Seiring meningkatnya daya beli konsumen, tisu toilet premium, tisu basah, dan popok bayi mengalami pertumbuhan yang lebih cepat. Peralatan konversi yang ringkas dan hemat energi, seperti mesin penggulung tisu dan mesin pemotong, semakin menarik karena lebih mampu beradaptasi dengan kondisi listrik yang tidak stabil di beberapa pasar Afrika.
3. Peralatan Pemrosesan Dasar
Pada tahun 2025, pasar peralatan pembuatan kertas di Afrika bernilai sekitar USD 520 juta dan diperkirakan mencapai USD 980 juta pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13,5%.
Peralatan China memiliki daya saing yang kuat di pasar Afrika karena efektivitas biaya dan kemampuan adaptasinya.
Jalur produksi karton bergelombang, peralatan konversi karton, jalur pemrosesan tisu, peralatan pembuatan pulp dan kertas skala menengah dan kecil, serta mesin rekondisi merupakan area pengadaan yang penting.
4. Teknologi Kertas Daur Ulang
Dengan latar belakang kebijakan lingkungan yang semakin ketat, teknologi kertas daur ulang menjadi segmen yang sangat menjanjikan.
Peralatan daur ulang di bagian hulu seperti mesin pengepres kertas bekas dan mesin pemilah, teknologi pulping berenergi rendah dan flotasi deinking, serta sistem pengolahan air limbah siklus tertutup, semuanya merupakan area penting bagi perusahaan pengolahan kertas lokal untuk berinvestasi.
6. Keunggulan Kompetitif Perusahaan Tiongkok
Produsen kertas Tiongkok dan pemasok peralatan pengolahan kertas memiliki beberapa keunggulan yang jelas di pasar Afrika:
- Keunggulan produksi dan biaya: kertas kemasan China umumnya memiliki harga yang lebih kompetitif dibandingkan produk dari Eropa dan Amerika Serikat, sesuai dengan kebutuhan pembelian pasar Afrika yang menghadapi tekanan valuta asing dan mengutamakan efektivitas biaya;
- Keunggulan teknologi dan peralatan: China menawarkan berbagai macam peralatan pembuatan kertas dan pengolahan kertas dengan nilai ekonomis yang kuat, sementara peralatan dapat disesuaikan dengan kondisi setempat seperti pasokan listrik yang tidak stabil dan iklim panas serta lembap;
- Rantai pasokan yang lengkap: mulai dari pasokan bahan baku, manufaktur peralatan, hingga layanan teknis, perusahaan China dapat menyediakan solusi terpadu satu atap;
- Model kerja sama yang fleksibel: perusahaan dapat memasuki pasar melalui perdagangan ekspor, kemitraan lokal, transfer teknologi, serta solusi gabungan peralatan-dan-bahan-baku.
Saat ini, perusahaan-perusahaan Tiongkok berpartisipasi dalam pengembangan industri kertas Afrika melalui penyediaan peralatan, dukungan teknis, dan kemitraan lokal, memberikan solusi yang lebih fleksibel bagi bisnis lokal.
Perkembangan pesat bisnis pengolahan kertas lokal di Afrika merupakan hasil dari berbagai faktor, termasuk meningkatnya permintaan, kekurangan pasokan, kebijakan yang mendukung, dan restrukturisasi rantai pasokan global.
Bagi perusahaan pengolah kertas dan pemasok peralatan, Afrika bukan hanya tujuan ekspor, tetapi juga pasar strategis penting untuk mengembangkan kapasitas pengolahan lokal dan membangun posisi pasar jangka panjang.
Ke depannya, memprioritaskan pasar-pasar utama seperti Mesir, Afrika Selatan, dan Nigeria, menyediakan produk kertas yang terjangkau, peralatan pengolahan skala kecil dan menengah, serta layanan teknis yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sekaligus memperkuat dukungan purna jual lokal dan pasokan suku cadang, akan menjadi kunci bagi perusahaan yang ingin membangun posisi kuat di pasar Afrika.